Dewan Dorong Pengembangan Bisnis Migas Hulu Jabar ke Sektor ESDM

  • Comments: 0
  • Posted by: Migas Hulu Jabar

JAKARTA,- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat mendorong pengembangan usaha Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Migas Hulu Jabar (MUJ) disektor lain. Pengembangan usaha di sektor Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) diyakini akan menguntungkan sehingga memperbaiki ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

WakilKetua Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat Sugianto Nangolah mengatakan, lingkupkegiatan usaha MUJ di Hulu Migas yang sudah menguntungkan, harus diperkuat denganDraft Perubahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ihwal ekspansi bisnis kesektor ESDM.

Draftperubahan Raperda tentang perluasan unit usaha dan penyertaan modal harus terusdikoordinasikan dengan Biro BUMD dan Investasi Pemprov Jabar untuk kemudiandibahas dalam rapat Paripurna. Draft perubahan ini merujuk pada PeraturanDaerah Provinsi Jawa Barat Nomor 11 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas PeraturanDaerah Provinsi Jawa Barat Nomor 14 Tahun 2013 tentang Pembentukan BUMD Bidang Minyakdan Gas Bumi Lingkup Kegiatan Usaha Hulu dan Hilir, yang ditetapkan denganPeraturan Daerah Provinsi Jawa Barat.

“Kamimeminta kepada MUJ untuk terus melakukan koordinasi dengan Biro BUMD danInvestasi dan Biro Hukum untuk menanyakan terkait sejauh mana progressPerubahan Perda yang diajukan,” kata Sugianto dalam rapat kerja bersamaMUJ, di Jakarta, Kamis 27 Februari 2020.

Dalamrapat tertutup tersebut, pengurus MUJ menyampaikan bidang usaha terkaitPengelolaan PI 10 persen di wilayah kerja Pada WK ONWJ yang sudah membukukanlaba selama dua tahun ke belakang. Disampaikan juga Rancangan Bisnis Plan (RBP)untuk 5 tahun ke depan.

“Rencanabisnis yang dilakukan oleh MUJ ini harus dapat meningkatkan PAD yang tinggi”,katanya.

“Tentukami juga akan mendorong perubahan Perda Sumber Daya Mineral karena akanmenjadi sumber PAD”, tambah politisi Demokrat tersebut.

DirekturPT MUJ Begin Troys mengatakan, rencana ekspansi bisnis kegiatan usaha yangdipararelkan dengan Raperda ada disektor Infrastruktur Energi (Services),Ketenagalistrikan, Monetisasi Energi, serta Jasa Teknik dan Manajemen.

“Salah satu kegiatan usaha yang akan dilakukan oleh MUJ adalah terkait pengembangan total energy solution melalui pemasangan PV  Rooftop (listrik tenaga surya) di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, di mana ini menjadi salah satu fokus kerja untuk energi baru terbarukan (EBT),” papar Begin dalam keterangan resmi PT MUJ, Jumat 28 Februari 2020.

Menurutnya MUJ dan afiliasinya telah bekerjasama dengan mitra strategis dalam pengembangan EBT di Jawa Barat pada tahun 2019, dan di harapkan implementasi dari kerjasama dapat terealisasi dalam bentuk proyek pada tahun 2019-2023. Selain PV Rooftop, beberapa proyek yang menjadi target MUJ diantaranya yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLMH). Dalam rangka pengembangan EBT ini, mitra MUJ sanggup dalam investasi secara penuh.

MUJ juga tengah mengembangkan infrastruktur jaringan gas untuk kawasan komersial/industri di Jawa Barat guna memenuhi kebutuhan gas di kawasan tersebut. Pengembangan kawasan industri oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi peluang MUJ untuk ikut serta berperan aktif dalam pengembangan infrastrukur dan supply energi khususnya gas di kawasan tersebut. Bahkan Gubernur Jabar Ridwan Kamil telah memberikan surat minat kepada Kementerian ESDM ihwal pembangunan jarigan gas, untuk turut serta bersama Pemerintah Pusat mempercepat target pembangunan jaringan gas di Jawa Barat sesuai dengan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). MUJ sebagai Perseroan diminta turut andil dalam pembangunan maupun pengelolaan jaringan gas tersebut.

“Sehingga semakin cepat semakin banyak masyarakat Jawa Barat yang dapat menikmati gas alam yang lebih murah dan ramah lingkungan,” jelas Begin.

Begin juga menambahkan, dengan adanya permohonan Raperda menjadi Perda segala bentuk Bidang kegiatan usaha Perseroan pada bidang energi (termasuk minyak dan gas bumi) dan sumber daya mineral mencakup hulu dan hilir bisa berjalan sesuai rencana bisnis lima tahun ke depan. Sehingga PAD yang diharapkan bisa juga meningkat/ HUMAS MUJ

Tinggalkan Balasan